Archive for Juli 2019
Review AI pada game clash of clans
Pendahuluan
Mulai tahun
2013 kemarin, sistem operasi android adalah satu-satunya pilihan yang sangat
menguntungkan. Melihat juga banyaknya
pengguna dari kalangan
menengah ke bawah
yang jumlahnya terus bertambah dengan pesat. Dan pada akhirnya, mereka
(supercell) merilis resmi clash of clans versi android pada tanggal 7 Oktober
2013. Hadir di Android, peminat clash of clans semakin menggila saja. Saat ini (2
tahun), COC sudah di download sebanyak 100 Juta pengguna Android di
dunia.
Jumlah yang
sangat menghebohkan. Tentunya ini langsung menenggelamkan game strategi
lain sebelumnya. Bahkan
banyak juga bermunculan
game/permainan baru lainnya
yang mengadopsi dari clash
of clans. Mungkin sebagian dari kamu
sudah tau, seperti contohnya Castle Clash yang sempat booming
namun hanya sesaat setelah rilis saja.
Lebih dari itu, game ini pula menggunakan fitur multiplayer online
dimana setiap pemain dapat dan bisa membangun sebuah klan (clan), perkumpulan
atau komunitas, melatih pasukan agar menjadi kuat, menyerang pemain lain,
mencuri dan mendapatkan emas (Gold), Elixir dan Dark Elixir (DE), membangun pertahanan
dan masih banyak lagi.
Genre Game berbasis AI
1. ACTION & ACTION ADVENTURE
system permainan gampang dan mudah dikuasai di segala usia walau begitu
kadangkala ada game genre ini yang memakai tingkat kekerasan sangat tinggi
hingga harus dilihat batasan usia nya.
2. SIMULATION:
Game ini sangat menarik karena bisa membuat kita berfantasi seakan objek
yang berada dalam game tersebut adalah nyata dan milik kita.
3. Lovesims/visual novel
Game ini hanya berupa suatu percakapan antar tokoh disertai dengan gambar
CG (Computer Graphic) Anime yang indah. Jalan ceritanya berjalan sendiri tanpa
bisa kita kendalikan, kita hanya bisa mengatur jalan cerita melalui pilihan
langkah sang tokoh di game tersebut untuk mencapai akhir yang buruk atau
bahagia, kayak Sinetron gitu deh.
4. RPG (Role Playing Game)
Game ini juga mengharuskan Gamers untuk berpikir dan berstrategi karena
game ini memiliki banyak celah yang bisa dipecahkan untuk mencapai kesuksesan
bermain sehingga menciptakan gaya bermain yang berbeda-beda pada setiap player.
5. SHOOTING
Game shooting adalah game yang menuntut Gamers untuk menghabisi musuhnya
dalam game tersebut dengan cara menembakinya dengan berbagai jenis senjata api.
6. FIGHTING
Genre game yang simple, cukup mengalahkankan lawan dengan cara duel 1 lawan
1 maka anda menang.
7. RACING
Yaitu permainan balapan yang lebih menekankan excitement dalam bermain.
sub-genre ini populer dari mesin arcade yang jatuhnya mendarat juga di pc
ataupun console.
8. STRATEGY
Strategi adalah game menguras otak karena memerlukan pemikiran yang cerdik
untuk menyelesaikan permainan dengan pemikiran kita sendiri.
9. Sports
Sports adalah game olahraga yang gameplaynya tergantung dari jenis olah
raga itu sendiri. Game sports ada bermacam - macam, misalnya Golf, American
football (rugby), Sepakbola, Basket, Baseball, Gulat, Voli, Memancing, dsb.
10. Puzzle
Misalnya game menyusun balok, game kartu, catur, tebak-tebakan dan lain
sebagainya, namun harus diwaspadai karena game tipe ini juga ada yang
mengajarkan berjudi seperti game domino, mahyong, poker, dsb.
11. Flash Game
Game ringan yang fun untuk dimainkan, diciptakan dari program sederhana
yang siapa saja bisa menciptakannya asal memahami dengan teliti program
pembuatnya, kapasitasnya kecil dan mudah didownload di internet.
12. Game Emulator
Emulator adalah program untuk memainkan game konsol agar bisa dimainkan di
pc, beberapa konsol yang bisa dimainkan di pc dengan emulator adalah
Playstation, GBC/GBA, Snes, Nintendo 64, Nintendo DS, dsb.
13. Real Moment Game
Game yang bernuansa realistis. Dengan sensor gerak kita bisa melakukan
gerakan solah-olah kita sedang berinteraksi dengan objek dalam game tersebut.
Game type ini sedang dikembangkan oleh beberapa pengembang game dan diramalkan
akan menjamur dimasa depan kelak.
Penerapan Pohon Pada COC
Alpha Beta
Pruning merupakan algoritma
yang akan mengurangi
ruang pencarian Negamax.Alpha
Beta Pruning menelusuri pohon
permainan dengan meletakkan 2
nilai pada setiap node, yaitu
alpha (α) dan beta (β). Nilai α ditetapkan sama
dengan -∞ sedangkan nilai β sama dengan +∞. Jika α<β, maka kesempatan untuk mencari langkah terbaik
masih ada dan pencarian akan tetap
dilanjutkan. Node akan melakukan
maksimalisasi dan memperbaiki nilai α dari nilai anak- anaknya, kemudian nilai
yang telah memperbaiki
nilai α tersebut
akan dibandingkan dengan
nilai β sementara. Jika α> β, maka evaluasi dihentikan
Strategi
Algoritma Depth-First Search (DFS) dan
Alpa Beta Pruning pada Permainan COC
(Clash Of Clans)
1. Balai kota
2.
Penyimpanan Emas
3.
Penyimpanan Elixir Ungu
4.
Penyimpanan Elixir Hitam
Dari ilustrasi
pohon coc penyerangan
diatas dengan metode
itu bisa mengambil keuntungan dengan
memperbanyak eliksir, dan
lebih mudah untuk
menaikkan trophy penyeragan yang
di ambil mengunakan tentara. Sedangkan dari ilustrasi pohon bertahan tadi, di
bisa dengan mudah mengaman kan eliksir di dari lawan yang ingin
menyerang.di ngambil poin lawan jika dia
mendapatkan minus dari serangan yang
dilakukan.
Aturan Permainan COC
1.
Membuat akun dengan email
2.
Ikuti Tutorialnya
3.
Beli builder
4.
Membangun castle clan dan bergabung dengan
clan
5.
Farming untuk mengupgrde defense dan troops
KESIMPULAN
Fungsi
evaluasi yang digunakan
adalah strategi peletakan
pasukan pada base
lawan . dengan metode alpa beta pruning itu di bisa
mengambil keuntungan dengan memperbanyak eliksir, dan di lebih mudah
untuk menentukan nilai minus dan nilai menang dalam di menyerang base lawan .
Algoritma Negamax tidak efisien apabila
digunakan secara tunggal pada permainan COC ini
karena ruang tempat penyimpanan
yang terlalu besar, sehingga perlu dilakukan
dengan menggunakan
AlphaBetaPruning. Dari hasil
pengujian aplikasi yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
aplikasi permainan COC
dapat berjalan dengan
baik pada android spesifikasi RAM
minimal 1Gb. Supaya
bisa bermain dengan
lancar di Android
tanpa ada ganguan kemacetan pada
Android yang dimainkan.
User Interface dan Artificial Intellegent
User Interface
User
Interface merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan
pengguna (user). Antarmuka pengguna berfungsi untuk menghubungkan antara
pengguna dengan sistem operasi, sehingga komputer tersebut bisa digunakan.
User
Interface yang baik mampu memberikan pengalaman interaksi yang dapat dimengerti
dengan mudah oleh penggunanya (user friendly). Untuk memudahkan, User Interface
terdiri dari menu layar dan ikon, keyboard shortcuts, mouse dan pergerakan
gestur, command language. Termasuk juga diantaranya komponen fisik untuk memasukan
informasi seperti mouse, keyboard, touchscreen, remote dan game control.
Secara umum, User Interface menyediakan cara
untuk:
- Input – pengguna memasukkan perintah dan
memanipulasi sistem dalam bentuk tulisan atau teks
- Output – sistem menujukkan efek dari perintah
dan manipulasi pengguna
Jenis – jenis User Interface
Pada dasarnya user interface terbagi menjadi
dua jenis yaitu Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface
(GPU). Command Line Interface (CLI) merupakan proses pengguna memasukkan
perintah berbasis tulisan atau dengan mengetikkan perintah untuk menjalankan
tugas tertentu.
Sedangkan Graphical User Interface (GPU)
merupakan proses pengguna memasukkan perintah dengan menggunakan menu grafis,
secara umum GPU dikembangkan untuk mempermudah penggunanya untuk berinteraksi
dengan sistem informasi. Tanpa disadari para pengguna aktif komputer dan
perangkat elektronik lainnya telah banyak menggunakan fitur Graphical User
Interface (GPU) seperti pada pemutar MP3, MP4 dan peranti game.
Pengaplikasian User
Interface
Setelah mengenal pengertian user interface
beserta dengan jenis-jenisnya, mari pahami istolah uder interface secara lebih
jauh dengan memhami pengaplikasiannya. Umumnya pengaplikasian user interface
banyak ditemukan pada program software, perangkat hardware dan sistem operasi
smartphone.
Pada program software hampir semua user
interfacenya menggunakan sistem GPU dimana pengguna dapat memasukkan perintah
dan memanipulasi sistem dengan memilih tampilan grafis tertentu dengan
menggunakan mouse atau keyboard. Pada dua sistem operasi yang paling
lazim, yakni Windows dan Macintosh, user interface-nya memiliki tampilan yang
berbeda namun pada dasarnya dikembangkan dari unsur dan elemen yang hampir
sama.
Sedangkan pada sebagian besar perangkat
hardware user interfacenya cenderung lebih sederhana dan didominasi oleh simbol
sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Sebagai contoh yang paling dasar ditemui
adalah user interface pada remote TV yang memiliki keypad numerik, tombol
volume, tombol serta tombol-tombol lainnya sebagai simbol fungsi.
Artificial Intelligence
Artificial
Intelligence didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Andreas Kaplan
dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem
untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data
tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas
tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”.
Sistem
seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke
dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan
antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan
saraf tiruan dan robotika.
Secara garis
besar, AI terbagi ke dalam dua paham pemikiran yaitu AI Konvensional dan
Kecerdasan Komputasional (CI, Computational Intelligence). AI konvensional
kebanyakan melibatkan metode-metode yang sekarang diklasifiksikan sebagai
pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik.
Dikenal juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan AI cara lama (GOFAI,
Good Old Fashioned Artificial Intelligence). Metode-metodenya meliputi:
1.
Sistem pakar: menerapkan kapabilitas
pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses
sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan
berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
2.
Petimbangan berdasar kasus
3.
Jaringan Bayesian
4.
AI berdasar tingkah laku: metode modular pada
pembentukan sistem AI secara manual
Kecerdasan
komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran iteratif (misalnya
penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis. Pembelajaran ini
berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan AI non-simbolis, AI yang
tak teratur dan perhitungan lunak. Metode-metode pokoknya meliputi:
1.
Jaringan Saraf: sistem dengan kemampuan
pengenalan pola yang sangat kuat
2.
Sistem Fuzzy: teknik-teknik untuk
pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam
industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
3.
Komputasi Evolusioner: menerapkan
konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti populasi, mutasi dan
“survival of the fittest” untuk menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik.
Kelebihan Artificial Intelligence:
1.
Artificial Intelligence bersifat konsisten dan teliti .
2.
Artificial Intelligence lebih bersifat permanent.
3.
Artificial Intelligence dapat lebih murah daripada kecerdasan alami.
4.
Artificial Intelligence menawarkan kemudahan untuk digandakan atau
disebarkan.
5.
Artificial Intelligence dapat didokumentasi.
Contoh Penerapan Artificial Intelligence:
*
SYSTRAN.
o
perangkat lunak untuk penerjemahan bahasa.
*
Delco Electronics.
o
Mobil yang dapat mengemudikan sendiri yang menggunakan pendeteksi tepi
untuk tetap bertahan di jalan.
*
Deep Blue.
o
program catur 1997 yang mengalahkan Garry Kasparov pecatur dunia .
*
Volkswagen AG.
o
Sistem pengemudi kendaraan otomatis yang diciptakan oleh Jerman.




